Penyakit

Alergi Pernapasan : Jenis, Gejala, dan Perawatan Utama

Berita-sehat.com - Alergi pernapasan adalah kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespon secara berlebihan terhadap zat-zat yang dihirup melalui saluran pernapasan. Hal berdasarkan hasil penelitian dari Organisasi kesehatan seperti American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology (AAAAI) dan American College of Allergy, Asthma, and Immunology (ACAAI).

Masalah kesehata tersebut dapat dipicu oleh tungau, debu, bulu atau bulu hewan, serbuk sari, rokok dan bau yang menyengat.Ketika alergen masuk ke dalam tubuh dan sistem kekebalanmerespon dengan memproduksi zat yang disebut histamin. Histamin akan merangsang reseptor di saluran pernapasan sehingga menyebabkan gejala seperti bersin, gatal-gatal di hidung, hidung tersumbat, mata berair, dan batuk.

Pada kasus yang lebih serius, alergen dapat menyebabkan reaksi alergi yang lebih parah, seperti asma atau syok anafilaksis. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengurangi gejala alergi pernapasan. Misalnya, jika Anda alergi terhadap serbuk sari, Anda dapat mencoba menghindari kebun selama musim bunga atau mengurangi kontak dengan bunga-bunga di dalam rumah.

Jika alergi terhadap debu, Anda dapat mencoba membersihkan rumah secara teratur dan menggunakan pembilas udara atau pengisap udara untuk membantu mengurangi debu.

Ingin tahu lebih dalam tentang masalah kesehatan yang satu ini? Berikut seputar penjelasan tentang alergi pernapasan:

Jenis Alergi Pernapasan

1. Bronkitis

Bronkitis disebabkan oleh peradangan pada bronkus, yang bertanggungjawab untuk membawa udara dari hidung ke paru-paru. Dalam hal ini, batuk, kelelahan, nyeri dada, sesak napas, demam, rasa sesak di dada adalah hal biasa.

Gejala dapat dengan mudah dikacaukan dengan flu. Dalam mendiagnosis jenis alergi pernapasan ini, THT akan mempertimbangkan riwayat pasien, pemeriksaan fisik dan dahak, rontgen dada, oksimetri nadi, atau tes fungsi paru lainnya.

Selama pengobatan, analgesik dan dekongestan dapat diresepkan. Pada episode bronkitis alergi yang lebih parah, dokter spesialis THT dapat bekerja sama dengan ahli paru, karena kondisi ini juga berkaitan dengan sistem pernapasan pasien. Pada saat yang sama, penyebabnya sangat terkait dengan alergi pernapasan.

2. Sinusitis

Pada gilirannya, sinusitis adalah peradangan pada lapisan sinus, daerah yang dibentuk oleh rongga tulang di sekitar hidung, tulang pipi, dan mata. Gejala alergi pernapasan jenis ini adalah nyeri di belakang mata, sinus, dahi, telinga atau seluruh wajah.

Adalah umum bagi pasien untuk mengalami sakit kepala dan sakit tenggorokan, hidung tersumbat, kehilangan penciuman dan kehilangan rasa di wajah.

Umumnya, hanya satu pemeriksaan klinis yang diperlukan untuk diagnosis, tetapi THT dapat meminta yang lain jika mereka menginginkan informasi lebih lanjut, seperti endoskopi hidung, pemeriksaan citra, kultur hidung, dan tes alergi.

Pengobatan sinusitis melibatkan cuci hidung dan semprotan, analgesik, dekongestan, antibiotik dan dalam beberapa kasus operasi yang lebih serius.

3. Rinitis

Alergi pernapasan ini disebabkan oleh iritasi dan pembengkakan pada selaput lendir hidung. Rhinitis ditandai dengan gatal dan sumbatan hidung, pilek, bersin dan perubahan bau, lekas marah dan sakit kepala. Pemeriksaan fisik dan survei riwayat pasien akan dilakukan oleh dokter spesialis THT.

Tes kulit untuk hipersensitivitas langsung dan penilaian kadar serum sering dilakukan. Perawatan memiliki tindakan pencegahan, yang berkisar dari pengendalian lingkungan hingga vaksin. Tetapi kebersihan hidung, dekongestan, antihistamin dan, dalam beberapa kasus, analgesik juga diindikasikan.

Gejala Alergi Pernapasan

Gejala alergi pernapasan dapat bervariasi dari orang ke orang dan dapat dihitung dengan google fit, tetapi umumnya melibatkan saluran pernapasan dan dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bernapas dengan mudah. Berikut adalah beberapa gejala umum dari alergi pernapasan:

  • Batuk-batuk

Batuk-batuk adalah gejala yang umum terjadi pada orang yang mengalami alergi pernapasan. Batuk-batuk dapat menjadi kering atau berdahak, dan terjadi karena saluran pernapasan yang meradang.

  • Sesak napas

Sesak napas adalah gejala yang umum pada orang dengan alergi pernapasan. Orang yang mengalami sesak napas mungkin merasa sulit untuk bernapas dan dapat mengalami kesulitan untuk mengambil napas yang dalam.

  • Hidung tersumbat

Hidung tersumbat adalah gejala umum dari alergi pernapasan. Hidung tersumbat dapat membuat seseorang merasa seperti mereka tidak dapat bernapas melalui hidung, dan dapat menyebabkan tekanan pada sinus dan wajah.

  • Mata berair

Mata berair adalah gejala umum dari alergi pernapasan, terutama rinitis alergi. Mata berair dapat menjadi gatal dan merah, dan dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman.

  • Bersin-bersin

Bersin-bersin adalah gejala umum dari rinitis alergi. Bersin-bersin dapat menjadi intens dan berulang, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Nyeri dada

Nyeri dada adalah gejala yang lebih serius dari alergi pernapasan. Nyeri dada dapat terjadi pada orang dengan asma, dan mungkin memerlukan perawatan medis.

  • Demam

Demam dapat terjadi pada orang yang mengalami alergi pernapasan, terutama pada orang dengan rinitis alergi. Demam dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala, lelah, dan berkeringat.

Penyebab Alergi Pernapasan

Adapun beberapa faktor penyebab terjadinya alergi, yakni:

  • Serbuk sari

Serbuk sari adalah penyebab umum dari alergi pernapasan, terutama pada musim semi dan musim panas ketika tanaman mekar. Banyak jenis tanaman dapat memproduksi serbuk sari, termasuk pohon, rumput, dan bunga.

  • Debu

Debu adalah campuran partikel halus yang terdapat di udara dan di permukaan benda. Debu dapat terdiri dari serbuk tanaman, serpihan kulit manusia dan hewan, serpihan kain, dan banyak lagi. Debu rumah tangga dapat menjadi alergen yang sering ditemukan di dalam rumah, terutama pada karpet, kasur, dan bantal.

  • Bulu binatang

Bulu binatang, seperti yang terdapat pada kucing dan anjing, dapat menjadi alergen bagi beberapa orang. Alergi ini disebabkan oleh protein yang terdapat dalam bulu dan kelenjar minyak binatang.

  • Spora jamur

Spora jamur adalah bagian dari reproduksi jamur yang tersebar di udara dan dapat memicu alergi pada beberapa orang.

  • Polusi udara

Polusi udara, seperti asap kendaraan dan pabrik, dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

  • Produk kimia

Beberapa produk kimia, seperti produk pembersih, pestisida, dan produk lainnya, dapat memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

Cara Mengatasi

Berikut adalah cara membersihkan paru-paru secara alami yang bisa Anda coba di rumah:

  • Jaga kebersihan

Menjaga kebersihan di sekitar Anda dapat membantu mengurangi paparan alergen seperti debu dan serbuk sari. Bersihkan rumah secara teratur, hindari menumpuk barang-barang yang menarik debu, dan gunakan vacuum cleaner yang dilengkapi dengan filter HEPA untuk mengurangi debu di rumah.

  • Identifikasi alergen

Penting untuk mengidentifikasi alergen yang memicu reaksi alergi saluran pernapasan Anda. Dengan mengetahui alergen yang memicu reaksi, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk menghindarinya dan mencegah gejala alergi.

  • Kurangi stres

Stres dapat memicu reaksi alergi dan memperburuk gejala yang sudah ada. Coba kurangi stres dengan meditasi, yoga, atau teknik relaksasi lainnya.

  • Gunakan masker

Jika Anda berada di luar ruangan dan terpapar alergen seperti serbuk sari, gunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan Anda.

  • Gunakan inhaler

Jika Anda memiliki asma, inhaler dapat membantu meringankan gejala seperti sesak napas dan batuk-batuk.

  • Gunakan obat antihistamin

Obat antihistamin adalah obat alergi saluran pernapasan yang mampu mengurangi gejala alergiseperti hidung tersumbat, gatal-gatal, dan bersin-bersin. Beberapa obat obat alergi saluran pernapasan ini dapat dibeli tanpa resep dokter, tetapi jika gejala Anda parah, mungkin perlu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang lebih kuat.

  • Konsultasi dengan dokter

Jika gejala Anda parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Dokter mungkin akan meresepkan obat alergi pernapasanyang lebih kuat atau merujuk Anda ke spesialis alergi untuk pengobatan yang lebih lanjut.

Referensi

https://www.kemkes.go.id/article/view/20062400004/alergi-pernapasan.html

https://www.kemkes.go.id/article/view/20062400004/alergi-pernapasan.html

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/alergi-pernapasan

https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/allergies

https://www.alodokter.com/alergi-pernapasan

https://www.klikdokter.com/penyakit/alergi-pernapasan

Bagikan Halaman ini